Ilustrasi perawat yang jadi tokoh gabungan artikel ini

Get Karier · Kerja di luar negeri

Jadi perawat di Jerman: apa yang harus disiapkan, dan siapa yang membayar?

Jerman kekurangan tenaga kerja, dan program penempatan perawat dari Indonesia masih dibuka. Yang jarang dijelaskan: apa yang harus disiapkan, siapa yang membayar, dan mana yang paling lama.

Intinya, kalau kamu cuma sempat satu menit
  • Ada 12 hal yang harus beres sebelum perawat dari Indonesia bisa kerja di Jerman, dan yang paling lama adalah sertifikat bahasa Jerman B1 dan pengakuan ijazah (Anerkennung).
  • Lewat program G to G (Triple Win), visa, tiket, medical, dan terjemahan dokumen dibayar pemberi kerja. Kursus bahasa diganti sampai €1.000.
  • Yang tetap kamu bayar: paspor, apostille, tempat tinggal sesuai kontrak, iuran BPJS, dan ongkos pulang.
  • Selain G to G, ada jalur Fachkräfte (urus sendiri) dan Opportunity Card (cari kerja di Jerman sampai 12 bulan, butuh dana €13.092).
Langsung ke kesimpulan ↓
Diurus NadiaDibayar pemberi kerja
Ijazah & transkrip
Pengalaman kerja
PasporRp650 rb atau 950 rb
Apostille dokumenRp150 rb per dokumen
Tempat tinggalsesuai kontrak kerja
BPJS & ongkos pulangBPJS Rp37.500/bulan
Sertifikat B1diganti sampai €1.000
Pengakuan ijazahbiaya belum ketemu
Medical & vaksin
Terjemahan dokumen
Visa kerja€75 kalau urus sendiri
Tiket ke Jerman
16028 WNI terdaftar di KBRI Berlin, KJRI Frankfurt, dan KJRI Hamburg

G to G

Banyak biaya dibayar pemberi kerja. Jadwal ikut batch.

Fachkräfte

Waktu lebih bebas. Semua biaya sendiri.

Opportunity Card

Tidak perlu tawaran kerja dulu. Butuh dana €13.092 di awal.

Kenalan dulu dengan Nadia

Nadia lulusan D3 Keperawatan, sudah beberapa tahun kerja di rumah sakit, dan belum bisa bahasa Jerman.

Syarat pendidikannya sudah cukup: program G to G ke Jerman tahun 2026 (Batch VIII) menerima lulusan D3 maupun S1 Keperawatan.

Sumber: pengumuman pendaftaran Batch VIII 2026, dicek 16 Sep 2026. Yang terbaca baru pengumuman ulang dari kampus; halaman resmi KP2MI belum dibuka.

Ada 12 hal yang harus beres dulu

Sebelum bisa kerja di rumah sakit Jerman, ada 12 hal yang harus Nadia bereskan: dari ijazah dan paspor, sertifikat bahasa, pengakuan ijazah, sampai visa, tiket, dan tempat tinggal. Banyak yang bisa diurus bersamaan.

Kapan Nadia berangkat ditentukan oleh yang paling lama selesai.

Dua hal sudah beres dari awal

Nadia sudah punya ijazah D3 Keperawatan dan pengalaman kerja. Itu cukup: visa kerja untuk tenaga terampil (Fachkräfte) bisa dipakai tanpa gelar sarjana, asal kualifikasinya diakui di Jerman.

Sudah punya

Sumber: make-it-in-germany.com, jalur Skilled Worker Visa.

Empat hal yang tinggal dibayar

Syarat ini cuma butuh uang dan antre. Paspor elektronik Rp650.000 (5 tahun) atau Rp950.000 (10 tahun). Apostille Rp150.000 per dokumen, tarif resmi negara yang sama di mana pun.

Dua lagi juga perlu dihitung: tempat tinggal di Jerman, serta iuran BPJS dan ongkos pulang.

Bayar sendiri

Sumber: tarif paspor Ditjen Imigrasi dan tarif apostille (PNBP), dicek 17 Sep 2026.

Dua hal yang paling lama

Dua hal ini paling lama selesai, jadi inilah yang menentukan kapan Nadia berangkat. Karena itu gambarnya paling besar.

Sertifikat bahasa Jerman B1. Program G to G menggantinya sampai €1.000, dipotong PPh 5%. Biaya ujiannya sekitar €165 atau Rp2,8 juta, menurut perkiraan KP2MI, bukan harga resmi lembaga ujian.

Anerkennung, yaitu pengakuan ijazah oleh pemerintah Jerman, karena ijazah perawat dari Indonesia tidak otomatis berlaku di sana. Biayanya ditentukan tiap negara bagian dan belum saya temukan.

Butuh waktu lama

Sumber: pengumuman G to G Batch VI 2024 di SISKOP2MI, dicek 17 Sep 2026.

Yang dibayar pemberi kerja

Lewat G to G, empat hal dibayar pemberi kerja di Jerman: visa kerja, tiket pesawat dari Jakarta, medical check-up dan vaksin, serta terjemahan dan legalisir dokumen.

Sebagai gambaran, visa kerjanya €75 kalau diurus sendiri.

Dibayar pemberi kerja

Sumber: pengumuman G to G Batch VII 2025, dicek 17 Sep 2026. Biaya visa €75: germany.info.

Yang tetap Nadia bayar sendiri

Kursus bahasa dibayar dulu, diganti belakangan. Tempat tinggal ditanggung sendiri, penuh atau sebagian, sesuai kontrak kerja. Iuran BPJS Rp37.500 per bulan jalan selama lima bulan sebelum pelatihan. Ongkos pulang setelah kontrak selesai juga ditanggung sendiri.

Kursus bahasa dan iuran BPJS harus dibayar sebelum gaji pertama dari Jerman masuk.

Bayar sendiri

Sumber: pengumuman G to G Batch VII 2025 dan Batch VI 2024, dicek 17 Sep 2026.

Aturannya berubah tiap tahun

Dan tidak selalu jadi lebih berat.

Contohnya EU Blue Card, salah satu jenis izin kerja di Jerman. Batas gaji minimumnya naik sekitar 5% di 2026, menjadi €50.700 per tahun, atau €45.934,20 untuk profesi yang kekurangan orang dan lulusan baru. Upah minimum juga naik menjadi €13,90 per jam sejak 1 Januari 2026.

Sumber: make-it-in-germany.com dan jobbatical (dicek 16 Sep 2026), BMAS (dicek 19 Sep 2026).

Ada juga jalur yang dulu belum ada

Namanya Opportunity Card: izin tinggal di Jerman sampai 12 bulan untuk mencari kerja. Syaratnya kualifikasi yang diakui atau nilai minimal enam di sistem poin, plus dana €13.092 di blocked account (rekening yang dananya dikunci) untuk 2026.

Jadi panduan dari dua tahun lalu bisa jadi sudah tidak berlaku. Halaman ini pun nanti bisa usang, jadi cek tanggal sumbernya.

Sumber: make-it-in-germany.com dan visaright.eu, dicek 16 Sep 2026.

Berapa banyak orang Indonesia di Jerman

Ada 16.028 WNI terdaftar di perwakilan Indonesia di Jerman: 3.594 di KBRI Berlin, 9.230 di KJRI Frankfurt, dan 3.204 di KJRI Hamburg. Angka 24.000 yang sering beredar tidak jelas sumbernya.

Menurut data pemerintah Jerman, 11.497 Opportunity Card terbit antara 1 Juni 2024 dan 15 Juni 2025, terbanyak untuk India (3.721) dan Tiongkok (807). Indonesia tidak masuk daftar teratas.

Sumber: data agregat KPU per perwakilan (dicek 19 Sep 2026); statistik Kemenlu Jerman lewat visaright.eu (dicek 16 Sep 2026).

Ada tiga jalur yang bisa dipilih

Tujuannya sama. Bedanya di siapa yang membayar apa, dan berapa lama menunggu.

G to G lewat Triple Win. Program pemerintah Indonesia (KP2MI) dan badan tenaga kerja Jerman (Bundesagentur für Arbeit), daftar lewat SISKOP2MI. Banyak biaya dibayar pemberi kerja, tapi jadwalnya ikut batch.

Fachkräfte, urus sendiri. Pengakuan ijazah, cari kerja, dan semua biaya diurus sendiri. Waktunya lebih bebas.

Opportunity Card. Berangkat dulu, cari kerja di sana sampai 12 bulan. Tidak perlu tawaran kerja, tapi butuh dana €13.092 di awal.

Lihat lowongan di Jerman

Sumber: SISKOP2MI dan arbeitsagentur.de, dicek 18 Sep 2026.

Temuan 1

Yang paling lama adalah bahasa dan pengakuan ijazah

Visa punya tarif dan prosedur yang jelas. Bahasa dan Anerkennung tidak: lamanya tergantung kapan kamu mulai, seberapa rajin belajar, dan negara bagian yang memproses dokumenmu.

Kalau cuma bisa memulai satu hal bulan ini, mulailah dari bahasa. Belajar bahasa tidak bisa dipercepat dengan uang.

Visa kerja tarif dan prosedurnya jelas
Paspor tinggal antre
Apostille tinggal antre
Anerkennung tergantung negara bagian
Bahasa Jerman B1 paling lama

Panjang garis hanya menggambarkan urutan perkiraan, bukan lama waktu yang terukur.

Temuan 2

Jalur yang dipilih menentukan siapa yang membayar

Beda terbesar tiga jalur tadi ada di siapa yang membayar lebih dulu. Lewat G to G, tiket dan visa dibayar pemberi kerja, tapi Nadia tetap membayar kursus bahasa, tempat tinggal, BPJS, dan ongkos pulang. Kalau urus sendiri, kedelapannya Nadia tanggung.

G to G, dibayar pemberi kerja visa, tiket, medical, terjemahan
G to G, tetap dibayar Nadia kursus, tempat tinggal, BPJS, ongkos pulang
Urus sendiri, dibayar Nadia kedelapannya

Dihitung dari delapan biaya yang disebut di pengumuman G to G.

Temuan 3

Biaya kecil yang keluar sebelum gaji pertama

Rp37.500 sebulan kedengarannya kecil. Kalikan lima bulan, tambah kursus bahasa yang dibayar dulu, plus paspor dan apostille. Semuanya keluar sebelum gaji pertama dari Jerman masuk.

Saat menghitung modal, catat juga kapan uangnya keluar.

Iuran BPJS 5 bulan Rp187.500
Apostille per dokumen Rp150.000
Paspor 10 tahun Rp950.000
Ujian B1 sekitar Rp2,8 juta, diganti belakangan

Semua biaya ini keluar sebelum gaji pertama dari Jerman masuk.

Sebelum membayar apa pun

Kasus Ferienjob 2023 sampai 2024 menjerat 1.047 mahasiswa dari 33 kampus Indonesia sebagai korban perdagangan orang (TPPO) berkedok magang. PT CVGEN dan PT SHB mengaku programnya magang 20 SKS yang terdaftar di Kemendikbudristek. Klaim itu palsu; di Jerman mereka dipekerjakan sebagai kuli angkut barang 30 sampai 40 kg.

Sebelum membayar ke siapa pun, cek status programnya ke sumber resmi pemerintah, jangan hanya percaya brosur agen.

Yang belum bisa dijawab halaman ini

Empat hal ini sengaja tidak saya isi dengan tebakan.

  • Biaya Anerkennung untuk perawat. Ditentukan tiap negara bagian, belum saya telusuri satu per satu.
  • Tarif resmi ujian Goethe di Indonesia. Situs resminya tidak bisa dibuka; yang beredar cuma harga lembaga kursus.
  • Harga tiket kalau tidak lewat G to G. Belum ada sumber resmi yang bertanggal.
  • Rincian resmi Batch VIII 2026. Belum terbit, jadi pembagian biaya di sini diambil dari Batch VI (2024) dan VII (2025).

Karakter Nadia di artikel ini bukan orang sungguhan.