Get Karier · Panduan CV
Cara menulis CV yang dilirik rekruter: tujuh perbaikan yang bisa kamu kerjakan satu per satu
Satu CV contoh dirapikan langkah demi langkah, dari bisa dibaca mesin penyaring sampai cocok dengan kebiasaan negara tujuan.
Intinya, kalau kamu cuma sempat satu menit
- Tempel teks CV kamu ke Notepad. Kalau ada kata yang patah atau urutannya loncat, mesin penyaring lamaran (ATS) juga salah baca, jadi susun ulang jadi satu kolom.
- Tulis apa yang berubah karena kamu, bukan daftar tugas. Satu baris cukup berisi kata kerja, apa yang dikerjakan, dan satu ukuran.
- Angka nggak harus persen. Skala, volume, frekuensi, dan waktu juga bisa dipakai, asal tiap angka bisa kamu jelasin asalnya dalam satu kalimat.
- Kalau melamar ke luar negeri, kasih konteks ke angka dan ke nama perusahaan kamu, lalu ikutin kebiasaan negara tujuan soal foto dan panjang CV.
Kalau CV kamu sudah dikirim ke banyak lowongan tapi belum ada yang manggil, kemungkinan besar CV-nya bukan jelek. Yang lebih sering terjadi, isinya susah dibedain dari puluhan CV lain di tumpukan yang sama.
Saya juga bukan orang yang lolos terus. Antara 2019 dan 2021 saya tiga kali mentok di interview akhir, dan sebelumnya ditolak LPDP dan Chevening. Panduan ini saya susun dari pola yang saya pelajari sesudahnya.
Gulir pelan. Dari tumpukan itu, kita ambil satu CV contoh dan merapikannya satu langkah tiap kali kamu turun.
Langkah 1 dari 7 · Bisa dibaca mesin
Pastikan CV kamu bisa dibaca mesin penyaring lamaran sebelum sampai ke rekruter
Sebelum dibaca orang, CV kamu biasanya dibaca dulu sama mesin yang namanya ATS. Mesin ini ngubah file kamu jadi teks polos, lalu nyari nama, tanggal, jabatan, dan istilah teknis. Kalau hasil teksnya berantakan, CV kamu bisa kesaring sebelum ada orang yang sempat lihat.
Layout dua kolom, tabel, dan teks berbentuk gambar paling sering bikin mesin salah baca
Andini Pratama Skills Micros oft Excel Operations Ach ievement Warehou se Operations, Bagg age
Contohnya di atas: begitu CV dua kolom dibaca mesin, kata jadi patah dan spasinya nyempil, padahal isi CV-nya lengkap. Data penting yang ditaruh di header atau footer file juga sering nggak kebaca.
Cara ngeceknya gampang. Blok semua teks di CV kamu, lalu tempel ke Notepad. Kalau ada kata yang patah atau urutannya loncat, susun ulang CV kamu jadi satu kolom, lalu ekspor lagi ke PDF. Beresin formatnya dulu, baru kalimatnya.
Langkah 2 dari 7 · Hasil, bukan tugas
Tulis apa yang berubah karena kamu, bukan daftar tugas dari deskripsi pekerjaan
Kalimat seperti “Responsible for managing the company database” memang benar, tapi rekruter udah tahu isi pekerjaan itu. Yang belum dia tahu adalah apa yang berubah karena kamu yang ngerjain.
Tes gampangnya begini. Bayangin orang lain duduk di kursi kamu. Kalau kalimatnya tetap benar buat orang itu, yang kamu tulis masih tugas. Kalau cuma benar buat kamu, itu baru hasil.
Langkah 3 dari 7 · Rumus satu baris
Satu baris CV cukup berisi tiga bagian: kata kerja, apa yang dikerjakan, dan satu ukuran
Kata kerjanya nunjukin peran kamu, misalnya Redesigned, Built, Migrated, atau Negotiated. Sesudah itu sebut apa yang kamu kerjain, lalu tutup dengan satu angka yang nunjukin besar atau hasilnya.
Kalau ada, tambahin juga titik awalnya (dari berapa jadi berapa) dan skala atau waktunya, seperti di baris kedua CV contoh.
Angka di CV bisa berupa skala, perubahan, volume, atau waktu, jadi nggak harus persen
Kalau kamu nggak punya data kenaikan, hampir pasti kamu tetap punya salah satu dari tiga yang lain. Misalnya berapa vendor dan outlet yang kamu pegang, berapa tiket yang kamu tangani tiap minggu, atau berapa lama sebuah proses bisa dipangkas.
Nggak semua baris perlu angka. Cukup satu sampai dua baris teratas di tiap posisi.
Supaya angkanya dipercaya, tiap angka harus bisa kamu jelasin asalnya dalam satu kalimat
Persen butuh titik awal, karena “naik 40%” bisa aja berarti dari 5 jadi 7 klien. Angka besar juga butuh penjelasan peran kamu, misalnya kamu salah satu dari tiga engineer yang ngerjain proyek itu.
Perkiraan boleh, asal jujur. “Sekitar 300 tiket per minggu” lebih dipercaya daripada “naik 23,7%” yang nggak jelas sumbernya.
Langkah 4 dari 7 · Kalau merasa nggak punya angka
Kalau merasa nggak punya angka, cari di skala, frekuensi, taruhan, dan konteks tempat kerja kamu
Angka nggak harus datang dari dashboard. Hitung berapa orang, dokumen, atau lokasi yang kamu pegang, seberapa sering pekerjaan itu berulang, dan apa yang rusak kalau pekerjaan itu nggak dikerjain. Nol temuan di audit eksternal dua tahun berturut-turut juga termasuk angka. Kalau belum ada datanya sama sekali, mulai catat sendiri dari minggu ini.
Kalau kamu fresh graduate, angka dari skripsi, magang, organisasi, dan kepanitiaan itu sah, asal nyambung sama posisi yang kamu incar. Kalau angkanya rahasia, tulis bentuk relatifnya dan sebut alasannya, misalnya “Cut vendor costs by double digits (exact figures under NDA)”.
Langkah 5 dari 7 · Angka yang merugikan
Buang angka yang malah bikin CV kamu kurang dipercaya
Ada lima jenis yang sebaiknya dihindari. Pertama, angka yang nggak nyambung sama posisi tujuan. Kedua, angka usaha seperti “500 jam pelatihan” yang nggak nyebut hasilnya. Ketiga, angka yang terlalu besar buat level kamu tanpa penjelasan peran. Keempat, angka yang terlalu presisi tanpa sumber, seperti “217%”. Kelima, CV yang semua barisnya berangka.
Sisain beberapa baris tanpa angka, supaya baris yang berangka lebih menonjol.
Langkah 6 dari 7 · Melamar ke luar negeri
Kalau melamar ke luar negeri, kasih konteks ke angka dan ke nama perusahaan lokal kamu
“Managed a budget of IDR 2 billion” nggak langsung berarti apa-apa buat rekruter di London. Tulis skala relatifnya, misalnya “around 15% of the division’s total budget”.
Rekruter di luar negeri juga belum tentu kenal perusahaan kamu. Tambahin keterangan singkat di bawah namanya, seperti di CV contoh: jenis perusahaan, jumlah karyawan, dan pasarnya.
Foto dan panjang CV beda-beda tiap negara, tapi nomor identitas jangan ditulis di negara mana pun
Pilih negara tujuan kamu, lalu lihat CV contoh di sebelah ikut menyesuaikan.
Di Inggris, Singapura, Australia, dan Amerika Serikat, CV biasanya tanpa foto. Di Jepang foto wajib, dan formatnya pakai rirekisho. Nomor identitas seperti NIK dan nomor paspor jangan ditulis di kedelapan negara ini, karena risikonya pencurian identitas.
Tanggal lahir, status pernikahan, dan agama juga biasanya nggak dicantumkan. Di Inggris, usia dilindungi Equality Act 2010. Kalau kamu butuh sponsor visa atau sudah punya izin tinggal, tulis statusnya dalam satu kalimat pendek. Di Singapura dan Uni Emirat Arab, baris ini hampir selalu diharapkan.
Aturan hukumnya sudah kami cek ke sumber resmi. Kebiasaan foto dan panjang halaman diambil dari panduan CV komersial, jadi anggap sebagai kebiasaan pasar, bukan aturan mati. Untuk lowongan di Indonesia, foto dan tanggal lahir justru masih lazim diminta.
Langkah 7 dari 7 · Latihan
Mulai dari tiga baris teratas di posisi terakhir kamu, cukup 20 menit
Nggak usah nulis ulang seluruh CV hari ini. Di lima menit pertama, ganti “Responsible for”, “Performed”, dan “Assisted with” dengan kata kerja yang nunjukin peran kamu.
Di sepuluh menit berikutnya, tambahin satu angka di tiap baris. Di lima menit terakhir, tanya ke tiap angka “ini dari mana?”. Angka yang nggak bisa kamu jawab asalnya, ubah jadi perkiraan jujur atau hapus.

Sesudah itu, minta orang lain atau CV Auditor ngecek hasilnya
Kita sering terlalu dekat sama tulisan sendiri. Kalau minta pendapat teman, jangan tanya “bagus nggak?”. Tanya “dari tiga baris ini, mana yang nggak kamu ngerti, dan angka mana yang bikin kamu ragu?”.
CV Auditor ngecek CV kamu di lima bagian, dari bisa dibaca mesin atau nggak sampai cocok atau nggak sama kebiasaan negara tujuan. Audit Cepat gratis dan nggak perlu login untuk sekali coba.
Jalankan Audit CV gratisRingkasnya, ini tujuh hal yang bikin CV kamu lebih gampang dilirik
- Pastikan CV kamu bisa dibaca mesin: tempel teksnya ke Notepad dan cek hasilnya.
- Tulis apa yang berubah karena kamu, bukan daftar tugas.
- Isi tiap baris dengan kata kerja, apa yang dikerjakan, dan satu ukuran.
- Kalau merasa nggak punya angka, cari di skala, frekuensi, taruhan, dan konteks tempat kerja.
- Buang angka yang malah bikin CV kamu kurang dipercaya.
- Kalau melamar ke luar negeri, kasih konteks ke angka dan ikutin kebiasaan CV negara tujuan.
- Mulai dari tiga baris teratas, lalu minta orang lain atau CV Auditor ngecek hasilnya.
Cek CV kamu sesudah latihan. Unggah CV, pilih negara tujuan, dan lihat bagian mana yang paling nahan skor kamu. Audit Cepat gratis dan nggak perlu login untuk sekali coba.
Jalankan Audit CV gratisMenulis CV itu satu bagian dari tahap Signal di sistem ASCENT, yaitu tahap menyiapkan bukti yang bisa dicek orang yang belum kenal kamu.
Selamat nulis ulang.