Cara kerja kami
ASCENT: enam tahap karier ke luar negeri
Kebanyakan panduan kerja ke luar negeri berhenti di CV. Ini kerangka yang kami pakai buat bagian sebelum CV, dan bagian setelah kamu keterima.
Dua-duanya gratis dan nggak perlu daftar buat dicoba.
Enam tahapnya
Pakai ini buat nyari kamu lagi nyangkut di mana, bukan sebagai tangga yang harus dinaikin dari anak tangga pertama. Nggak ada yang datang dari nomor satu.
- 37
- negara di Career Map, lengkap sama ambang gaji visa dan sisa gaji tiap bulan
- 154
- lowongan yang sponsorship-nya kami cek sendiri ke sumbernya, dari 2.329 yang tayang
- 283
- halaman riset di tiga e-book Peta Karier regional, 30 profil negara
-
Angle
Saya ini siapa di pasar global?
Kebanyakan orang mulai dengan nyebutin jabatan. Di pasar yang nggak kenal kantor kamu, jabatan itu nggak ngasih informasi apa-apa: "Senior Manager" di Jakarta bisa berarti lima hal berbeda di Amsterdam. Angle itu jawaban dari pertanyaan yang lebih sempit: kamu ngerjain masalah apa, buat siapa.
TandanyaKamu ngejelasin diri pakai nama jabatan, dan orang di luar Indonesia nggak nangkep apa-apa dari situ.
-
Signal
Kenapa mereka harus percaya sama saya?
Bukti yang bisa dicek orang lain tanpa harus kenal kamu duluan. CV yang kebaca mesin penyaring, portofolio yang nunjukin hasil bukan tanggung jawab, ijazah yang statusnya jelas di negara tujuan.
TandanyaLamaran kamu jarang dibalas padahal posisinya cocok banget sama pengalaman kamu.
-
Circle
Gimana caranya saya ditemuin?
Lowongan yang paling bagus jarang nyampe ke pelamar yang nggak kelihatan. Ini bukan soal nambah-nambahin koneksi sebanyak mungkin, tapi soal kelihatan sama orang yang kerjanya sebidang sama kamu, di negara yang kamu incar.
TandanyaKamu cuma tahu lowongan dari iklan. Nggak pernah ada yang ngasih tahu kamu duluan.
-
Entry
Rute legalnya lewat mana?
Tahap yang paling sering bikin orang mentok, dan paling jarang ada yang mau jelasin. Negara mana yang ngebuka sponsorship buat bidang kamu, berapa ambang gaji yang harus dilewatin, ijazah kamu diakui di sana atau harus dinilai ulang. Informasinya publik semua, cuma kesebar di situs imigrasi dan PDF pemerintah.
TandanyaKamu udah nemu lowongan yang pas, tapi nggak tahu perusahaannya mau nyeponsorin atau nggak.
-
Negotiation
Gimana saya nembusnya?
Dari kirim lamaran sampai tanda tangan, termasuk bagian yang paling sering dilewat: nego. Waktu saya dapat tawaran pertama dari Inggris, saya nggak berdebat soal harga pasar. Saya nulis dokumen berisi masalah spesifik yang bakal saya kerjain di situ, terus ngasih harga buat masalah itu. Angka akhirnya 30% di atas angka pertama.
TandanyaKamu nerima angka pertama yang mereka kasih, karena takut tawarannya ditarik kalau nawar.
-
Traction
Gimana saya bertahan dan naik?
Yang nggak ada di cerita siapa pun: bulan-bulan pertama. Cara ngomong di meeting yang isinya bukan orang Indonesia, aturan kerja yang nggak ditulis di mana-mana, dan rasa pengen pulang yang datangnya justru pas semuanya udah kelihatan beres. Keterima itu garis start, bukan garis finis.
TandanyaKamu udah di sana, tapi ngerasa harus kerja dua kali lebih keras cuma buat kelihatan setara.
Tiap tahap ada bahan yang lebih dalam
Yang di halaman ini ringkasannya. Riset per negara, template CV, sama cara nyusun dokumen negonya ada di e-book dan report kami.